Postingan

Bagaimana 2020 Mengajarkan Saya Lebih Menghargai Diri Saya Sendiri

Menurut saya, tidak ada hal yang benar-benar buruk pun begitu juga tidak ada yang benar-benar baik. Semuanya mempunyai lebih dari dua sisi untuk kita pahami. Sama seperti tahun 2020 yang dinobatkan menjadi tahun terburuk untuk manusia post-modern .  Saya pribadi menganggap 2020 adalah tahun yang tidak sangat buruk dan tidak juga sangat baik. Namun 2020, mengajarkan saya banyak hal. Terutama dalam hal menerima dan menjadi lebih dewasa. Dewasa di sini lebih seperti memikirkan semuanya matang-matang dan memprioritaskan diri sendiri. Memilih mana yang benar-benar penting dan mana yang lebih baik dipikirkan nanti. Terdengar membosankan memang. Namun menurut saya, itu adalah hal esensial yang semua orang harus tahu.  Ketika menulis tulisan ini, saya jadi berpikir lebih jauh tentang apa yang telah saya lalui selama ini. Tentu saja, banyak mimpi-mimpi yang terbengkalai. Banyak juga harapan-harapan yang berubah menjadi asap dan kemudian hilang. Saya sama sekali tidak menyangka telah melewati ha

LiterArt - Berseni Dengan Literasi Bersama Gramedia Matraman

Gambar
Ada yang bilang kalau menulis atau membaca buku itu merupakan pekerjaan yang sangat kaku. Makanya, dengan seenak jidatnya, mereka mengecap orang-orang yang menyukai menulis atau buku adalah kutu buku. Dan gak jarang dari mereka terkurung dengan stigma yang terkucilkan dari hubungan sosialisasi masyarakat. Termasuk juga saya. Karena stigma itu, saya selalu dibilang orang yang serius dan tidak mengenal apa itu keindahan seni. huff, sial. Nyatanya, tulisan, prosa, puisi, esai, dan bahkan kritik merupakan salah satu bentuk seni. Jadi ya, salah besar kalo dibilang saya, atau kami, merupakan orang yang tidak berseni. Potret inilah yang diambil dari festival LiterArt dari Gramedia Matraman. Toko buku yang telah berdiri, gak duduk ya , jauh sebelum saya lahir. LiterArt lahir dari keinginan Gramedia Matraman untuk menunjukan bahwa buku juga merupakan media seni. Dan pada acara ini, Gramedia Matraman menggabungkan festival literasi dengan bentuk seni lainnya seperti menari, lalu adanya bincang b

Perihal Menjadi Cahaya Ala Grasindo & Leson.id

Gambar
Ada banyak cara untuk menjadi cahaya. Salah satu adalah dengan menubrukkan kegelapan dengan cahaya itu sendiri. Dan itulah yang dilakukan oleh Grasindo. Grasindo berusaha sebisa mungkin untuk menjadi cahaya disaat dunia sedang kebingungan dengan kegelapannya sendiri. Kali ini cara grasindo untuk menjadi cahaya adalah dengan terus melakukan inovasi. "Passionately Innovating," katanya. Di tahunnya yang ke 29 tahun, Grasindo memilih untuk fokus mengabdi pada edukasi dan pendidikan. Saya tentu saja terkesima dengan inovasi terbaru dari Grasindo ini. Ya, di era digital ini semua orang telah berlomba-lomba membuat akses edukasi menjadi sangat teramat muda. Dan di sinilah Grasindo berusaha menjadi pionir dalam mendigitalisasi buku pelajaran dari bidang penerbitan. Sekarang-kan jamannya sudah Creative destructive . Ya, gak salah sih sebagai penerbit  Grasindo mencoba melebarkan sayapnya menggaet start-up edu-tech untuk merumuskan LKS jadi site ini. Layanan berbasis website ini seben

DIY: Budget Bibimbap for a Sad Day

Gambar
Apakah lo pernah mengalami keadaan saat lo baru menyadari semua ini merupakan salah lo, dan lo-lah sumber masalahnya? Atau lo merasa kecewa dan sakit hati atas sesuatu? Tenang, gue bersama lo kok. Gue baru aja mengalami hal itu. Perasaan tidak enak yang membuat lo jahat kepada diri lo sendiri. Perasaan yang membuat lo benci atau bahkan merasa bahwa lo pantas diperlakukan lebih buruk daripada itu.  Kenyataannya adalah gak ada yang salah dengan perasaan yang lo rasakan. Akan tetapi, kita gak boleh berlarut-larut terpuruk dalam keadaan yang sama. Lantas apakah lo harus langsung bangkit? Enggak, take your time. Jangan dengerin apa kata orang tentang apa yang lo alami. Pelan-pelan. Gue tahu betul, perasaan seperti itu sangat sakit. Lo tahu diri lo, lebih dari orang-orang disekitar lo tahu tentang lo. Kalau memang lo pikir, lo gak bisa kontrol. Gue mohon dengan sangat, carilah pertolongan. Carilah pertolongan professional. Jangan pernah meremehkan hal-hal seperti ini. You deserve t

Tempat Kembali

Sebagai seorang manusia dalam masa pencariannya, bukannya tidak mungkin gue tersesat. Bahkan bisa dibilang, gue sering sekali tersesat. Dalam ketersesatan itu gue menghadapi banyak pilihan. Tapi satu yang selalu gue pilih, yaitu berhenti sejenak. Ya, berhenti sejenak untuk menikmati ketersesatan gue. Sudah sejauh mana gue melangkah dan di mana gue mulai tersesat. Di dalam proses itu gue pun masih tetap mencari. Mencari tempat untuk kembali. Tidak jarang gue panik dan bahkan merasa hidup yang penuh tersesatan ini sangatlah sesat dan nirfaedah, sampai akhirnya gue bertanya pada diri gue sendiri tentang mengapa gue harus menjalani hidup ini. Tapi  lagi-lagi, pertanyaan itu merupakan sebuah pertanyaan retorikal yang bahkan sudah ada jawabannya di kepala gue. Di lain sisi, gue juga menyadari bahwa proses ketersesatan itu adalah sebuah tempat perhentian sementara gue untuk mengingat sudah seberapa jauh gue melangkah. Sampai akhirnya, Sang Pengingat mengingatkan kembali bahwa ada sebuah tem

An Odd Superstition

Ever since five years ago, I believe that new year, new me is bullshit. I know, lots of people still believe that new year is a new page and new beginning for them. However, it is not a case for me. I would say that new year is just a parameter to count how many times you've been sucking and how many times you've been surviving. In other words, a new year is just accumulation of upcoming regular day.  I don't blame people who partying on new year eve, but I just don't understand why they celebrating for something that still uncertain. Or maybe, they celebrating new year eve because they want to become alive before they finally realized that life gives them a lemon.  In fact, I must say that I kinda believe in some odd superstition about a new year. I don't remember since when I believe in that kind of things. But one thing that I am sure, I don't match with odd years.  Confused? Here is the example :  I'm not lucky if turn into an odd age. For example,

WISGR by Guklabs Developer: More than Bastion?

Gambar
I have been into gaming since I was 9, started with PS1 owned by my cousins and now I've been playing those games both on pc and console. I was so absorbed by it and never wanted to go home at that time. In return, my parents did not allow me to owned one until my brother born. Even though I am not a pro gamer who knows nothing about pc specs, I enjoy playing games as much as I read a book. Me, especially, love games who has great plot stories and beautiful riddles to play with. Most of those characteristics are found in action adventure games. So I always longing for new action adventure games. PS: I am a big fan of assassins creeds franchise and resident evil. I always believed that action adventure has much more great stories even compared with movies. That is why even when I do not have time to play by myself, I always watch a walkthrough on youtube. Indeed, when we play action adventure games, it needs more concentration, agility, and speed to play. We need to be a wit

Rumah Kertas : Debu di Antara Bebukuan

Gambar
Seorang professor sastra mati, ironisnya karena sastra itu sendiri! Marjin Kiri Bluma Lennon diketemukan tergeletak di tikungan jalan pertama setelah tertabrak oleh sebuah mobil yang merenggut nyawanya. Beberapa orang berkesimpulan bahwa kematian sang professor dikarenakan kecintaannya kepada sastra, dan sebagian lainnya menolak mentah-mentah pernyataan tersebut. Seorang rekan Bluma menggantikan posisinya sebagai professor sastra di Universitas Cambridge. Semua berjalan normal hingga rekannya itu mendapatkan sebuah paket tanpa pengirim yang beralamatkan ke Bluma sendiri. Paket dengan cap pos Uruguay itu berisi sebuah buku karya Joseph Conrad dengan judul La linea de sombra, terjemahan spanyol dari The shadow-line  yang tampak aneh dengan serpihan semen kering di kedua sisi sampulnya.  Penasaran, rekan Bluma mencari asal usul dari buku tersebut yang membawanya ke dalam perjalanan tak terduga tentang arti sebuah buku.  Kartu Tanda Buku Judul : Rumah Kertas | Judul Asl