Postingan

Bagaimana 2020 Mengajarkan Saya Lebih Menghargai Diri Saya Sendiri

Menurut saya, tidak ada hal yang benar-benar buruk pun begitu juga tidak ada yang benar-benar baik. Semuanya mempunyai lebih dari dua sisi untuk kita pahami. Sama seperti tahun 2020 yang dinobatkan menjadi tahun terburuk untuk manusia post-modern .  Saya pribadi menganggap 2020 adalah tahun yang tidak sangat buruk dan tidak juga sangat baik. Namun 2020, mengajarkan saya banyak hal. Terutama dalam hal menerima dan menjadi lebih dewasa. Dewasa di sini lebih seperti memikirkan semuanya matang-matang dan memprioritaskan diri sendiri. Memilih mana yang benar-benar penting dan mana yang lebih baik dipikirkan nanti. Terdengar membosankan memang. Namun menurut saya, itu adalah hal esensial yang semua orang harus tahu.  Ketika menulis tulisan ini, saya jadi berpikir lebih jauh tentang apa yang telah saya lalui selama ini. Tentu saja, banyak mimpi-mimpi yang terbengkalai. Banyak juga harapan-harapan yang berubah menjadi asap dan kemudian hilang. Saya sama sekali tidak menyangka telah melewati ha

WISGR by Guklabs Developer: More than Bastion?

Gambar
I have been into gaming since I was 9, started with PS1 owned by my cousins and now I've been playing those games both on pc and console. I was so absorbed by it and never wanted to go home at that time. In return, my parents did not allow me to owned one until my brother born. Even though I am not a pro gamer who knows nothing about pc specs, I enjoy playing games as much as I read a book. Me, especially, love games who has great plot stories and beautiful riddles to play with. Most of those characteristics are found in action adventure games. So I always longing for new action adventure games. PS: I am a big fan of assassins creeds franchise and resident evil. I always believed that action adventure has much more great stories even compared with movies. That is why even when I do not have time to play by myself, I always watch a walkthrough on youtube. Indeed, when we play action adventure games, it needs more concentration, agility, and speed to play. We need to be a wit

Rumah Kertas : Debu di Antara Bebukuan

Gambar
Seorang professor sastra mati, ironisnya karena sastra itu sendiri! Marjin Kiri Bluma Lennon diketemukan tergeletak di tikungan jalan pertama setelah tertabrak oleh sebuah mobil yang merenggut nyawanya. Beberapa orang berkesimpulan bahwa kematian sang professor dikarenakan kecintaannya kepada sastra, dan sebagian lainnya menolak mentah-mentah pernyataan tersebut. Seorang rekan Bluma menggantikan posisinya sebagai professor sastra di Universitas Cambridge. Semua berjalan normal hingga rekannya itu mendapatkan sebuah paket tanpa pengirim yang beralamatkan ke Bluma sendiri. Paket dengan cap pos Uruguay itu berisi sebuah buku karya Joseph Conrad dengan judul La linea de sombra, terjemahan spanyol dari The shadow-line  yang tampak aneh dengan serpihan semen kering di kedua sisi sampulnya.  Penasaran, rekan Bluma mencari asal usul dari buku tersebut yang membawanya ke dalam perjalanan tak terduga tentang arti sebuah buku.  Kartu Tanda Buku Judul : Rumah Kertas | Judul Asl

Antara Raden Saleh dan Nicoolas Pieneman

Gambar
Ketika semua orang berbondong-bondong ke Galeri Nasional untuk mendapatkan foto yang maha aesthetic , gue ke GALNAS malah mencari ketenangan. Bagi gue GALNAS tuh semacam tempat gue merenung untuk mencoba memahami hal-hal yang tersirat, abstrak, dan yang gak gue pahami. Namun kunjungan tanggal 27 September 2017 kemarin, sangat membuka mata gue yang gak pedulian. Iya, mungkin ini bisa jadi juga karena adanya restorasi, modernisasi, dan pembaruan format dan struktur museum serta galeri nasional yang bikin semuanya menjadi mudah. Khususnya informasi sebuah karya ataupun sejarah. Mungkin juga karena guenya aja yang gak tahu sejarah dan gak peduli sejarah, padahal teman-teman semua sudah tahu. Tapi yang pasti gue sangat takjub sama fakta yang membuka mata gue ini.  Saat gue memasuki salah satu area di pameran tetap GALNAS, mata gue langsung mengenal sebuah lukisan karya Raden Saleh dengan judul Penangkapan Pangeran Diponegoro . Awalnya gue merasa senang karena bisa secara langsung

Hank's Bookshop: My Hidden Treasure, Till we meet again!

Gambar
c: Constrant Crafter Gue masih ingat betul hari di mana gue menemukan harta karun tersembunyi dihiruk-pikuk kota Seoul. Hari itu tanggal 24 Juli 2017, setelah gue dan beberapa teman lainnya mengunjungi Istana Gyeongbokgung di area Jogno-gu kami memutuskan untuk berpindah ke area lain yaitu Insa-dong untuk mencari pernak-pernik khas Korea. Dalam perjalanan itu, sebuah papan nama menarik perhatian gue.  "Hank's Book Cafe = A Traveller bookshop"  c: Seoul Selection Magazine Secara tidak sadar, kaki gue berhenti bergerak dan terdiam di depan etalase yang terdapat banyak buku serta sticker-sticker lucu. Gue yang masih terkesima dengan betapa unik dan menarik toko buku tersebut, meminta teman-teman gue untuk tunggu sebentar dan cepat-cepat mengeluarkan kamera analog dan memfotonya. Sayang pada hari itu gue gak bisa mengunjungi toko buku itu karena jadwal  kami yang padat. Jadilah gue hanya bisa berjanji pada diri sendiri untuk kembali lagi ke sana walaup

The World of Ghibli Exhibition:Main Bareng Bersana Totoro dan Teman-Teman!

Gambar
Selain ceriwis dan drama kolosal dengan naga buatan yang sangat kentara banget fananya, film animasi juga mengambil bagian dalam hidup gue semasa kecil. Salah satunya adalah film-film animasi dari studio ghibli. Gue pun mulai terjerumus dalam dunia Ghibli dan gak bisa keluar. Bahkan sampai saat ini film-film ghibli seperti spirited away, my neighbour totoro, kiki's delivery service dan lain sebagainya, masih menjadi bahan tontonan gue bareng keluarga di rumah. Makanya salah satu impian gue saat nanti ke Jepang adalah mengunjungi museum ghibli.  Eh ternyata impian gue itu gak perlu nunggu lama. Pada tanggal 10 Agustus sampai dengan tanggal 17 September akan ada The World of Ghibli Exhibition di Jakarta. DI JAKARTA guys! Dengan berbekal kartu tanda mahasiswa dan promo beli dua gratis satu dari Gojek, gue dan teman-teman berangkat ke ballroom ritz-carlton pacific place.  Setelah check in dan menukarkan tiket, kami mendapatkan gelang dan akhirnya bisa masuk ke dalam dunia

Hal yang Gue Pelajari dari Perjalanan ke Korea

Gambar
Lima ribu dua ratus sembilan puluh tujuh kilometer adalah jarak yang harus gue tempuh dari Jakarta, Indonesia untuk sampai ke Incheon, Korea Selatan. Dengan jarak itu gue mempelajari banyak hal. Dengan jarak itu gue berhasil menemukan bagian diri gue yang lain. Bagian yang belum pernah gue temukan dan bahkan gue gak pernah tahu bahwa bagian itu ada. Mungkin ini yang membuat travelling menjadi hal yang sangat menyihir dan adiksi. Menemukan diri lo sendiri. Perjalanan sepuluh hari gue tinggal di Korea membuka mata gue. Membuat gue merasakan hal yang udah lama gak gue rasakan, yaitu kekhawatiran dan keresahan. Gue khawatir akan keterlenaan gue dengan segala fasilitas yang Korea tawarkan. Rumput tetangga memang lebih hijau dibanding rumput sendiri, bukan? Gue pun jadi sering membanding-bandingi Korea dan Indonesia. Gue menjadi sok kritis dan jadi banyak menyalahi aturan dan hal-hal kecil yang ada di Indonesia. Semua itu bermula dari iri. “Kenapa di Indonesia trotoar gak kaya

Tips Naik Pesawat untuk Pertama Kali

Gambar
Credit : Travelocity Perjalanan naik pesawat pertama kali sendiri emang sering bikin deg-degkan gak jelas gitu. Mau gak mau gue banyak sekali nanya dan cari artikel maupun video tentang ini. Namun jujur aja, gak banyak yang ngebahas tentang ini. Jadilah gue agak clueless pas pergi pertama kali. Sampe gue nanya berkali-kali mengenai transit ke teman maupun ibu-ibu di tempat magang gue dulu. Beruntungnya mereka sangat teramat baik dan memberi gue banyak kata penyemangat untuk melakukan perjalanan ini. Nah, karena alasan itulah gue memutuskan untuk mendedikasikan satu post untuk membahas tentang tiket dan segala macam di pesawat. Trust me, gak ada tuh buku panduan buat lo yang mau naik pesawat sendiri. Kalau ada mungkin gue gak terlihat bodoh di bandara kali ya hahaha.  Mari kita mulai!                                             1. Tiket! Pastikan saat lo pergi, lo udah beli tiket di jam dan waktu yang bener ya guys. Jangan kayak gue. Pengalaman salah beli tiket saat ma