Postingan

Menampilkan postingan dengan label Thought

Bagaimana 2020 Mengajarkan Saya Lebih Menghargai Diri Saya Sendiri

Menurut saya, tidak ada hal yang benar-benar buruk pun begitu juga tidak ada yang benar-benar baik. Semuanya mempunyai lebih dari dua sisi untuk kita pahami. Sama seperti tahun 2020 yang dinobatkan menjadi tahun terburuk untuk manusia post-modern .  Saya pribadi menganggap 2020 adalah tahun yang tidak sangat buruk dan tidak juga sangat baik. Namun 2020, mengajarkan saya banyak hal. Terutama dalam hal menerima dan menjadi lebih dewasa. Dewasa di sini lebih seperti memikirkan semuanya matang-matang dan memprioritaskan diri sendiri. Memilih mana yang benar-benar penting dan mana yang lebih baik dipikirkan nanti. Terdengar membosankan memang. Namun menurut saya, itu adalah hal esensial yang semua orang harus tahu.  Ketika menulis tulisan ini, saya jadi berpikir lebih jauh tentang apa yang telah saya lalui selama ini. Tentu saja, banyak mimpi-mimpi yang terbengkalai. Banyak juga harapan-harapan yang berubah menjadi asap dan kemudian hilang. Saya sama sekali tidak menyangka telah melewati ha

Hal yang Gue Pelajari dari Perjalanan ke Korea

Gambar
Lima ribu dua ratus sembilan puluh tujuh kilometer adalah jarak yang harus gue tempuh dari Jakarta, Indonesia untuk sampai ke Incheon, Korea Selatan. Dengan jarak itu gue mempelajari banyak hal. Dengan jarak itu gue berhasil menemukan bagian diri gue yang lain. Bagian yang belum pernah gue temukan dan bahkan gue gak pernah tahu bahwa bagian itu ada. Mungkin ini yang membuat travelling menjadi hal yang sangat menyihir dan adiksi. Menemukan diri lo sendiri. Perjalanan sepuluh hari gue tinggal di Korea membuka mata gue. Membuat gue merasakan hal yang udah lama gak gue rasakan, yaitu kekhawatiran dan keresahan. Gue khawatir akan keterlenaan gue dengan segala fasilitas yang Korea tawarkan. Rumput tetangga memang lebih hijau dibanding rumput sendiri, bukan? Gue pun jadi sering membanding-bandingi Korea dan Indonesia. Gue menjadi sok kritis dan jadi banyak menyalahi aturan dan hal-hal kecil yang ada di Indonesia. Semua itu bermula dari iri. “Kenapa di Indonesia trotoar gak kaya

Magang dan Hal-Hal Lainnya.

Gambar
credit : Pixelbay Liburan kampus itu semacam ajang bagi anak-anak kampus gue untuk 'pamer' magang di mana dan liburan ke mana. Hal itu udah semacam rahasia umum. Tidak heran saat tiga bulan sebelum masa magang dan liburan datang, anak-anak kampus gue berlomba-lomba nyari tempat magang maupun merencanakan liburannya. Termasuk gue. Gue yang pada tahun pertama gagal diterima di tempat magang yang gue inginkan, gak mau lah tahun ini menjadi tahun gabut gue lagi. Hal ini menjadi semacam pacutan bagi gue untuk mencari tempat magang. Dan kali ini gue gak muluk-muluk kayak tahun lalu. Gue mencari tempat magang di Jakarta aja.  Surprisingly, gue keterima magang di salah satu instansi kepemerintahan yang mengurusi tentang regulasi dan pendaftaran makanan. Gue seneng banget lah, gila. It's kinda menjadi hal yang membanggakan bagi gue. Anak semester 4 diterima magang di sana dengan pelamar yang banyak. Pokoknya gue bahagia bangetlah.  Well, reality is indeed give you a

I Have Dreams, and Now I Realize.

Gambar
I have a lot of dreams.  Since I was a kid, I always thought that if I have dreams, someday I would make it real. With that thought, me as a kid always thought that if I just did better and without any burden then I could do anything. I started to gain my confidence. I started to think that life never been so hard and never failed me. Even sometimes lot of people stared at me like I am crazy, overconfidence, and ambitious; I just did not care. Then I grew up being a child with her dreams. In fact, there was also a time when I look down a lot of people due to that. I made her cry, I made her had no friends, and I made her thinking that I am greater than her which was completely bullshit and wrong. I was so young, so dumb, so naive, so sucks. I never knew what I was doing is wrong until I was on her shoes. I cried, had no friends, living crazy life, and had no confidence. That time, I thought everything that I've hold onto was being taken out from me. I was angry, both to