Postingan

Menampilkan postingan dengan label Review

Bagaimana 2020 Mengajarkan Saya Lebih Menghargai Diri Saya Sendiri

Menurut saya, tidak ada hal yang benar-benar buruk pun begitu juga tidak ada yang benar-benar baik. Semuanya mempunyai lebih dari dua sisi untuk kita pahami. Sama seperti tahun 2020 yang dinobatkan menjadi tahun terburuk untuk manusia post-modern.  Saya pribadi menganggap 2020 adalah tahun yang tidak sangat buruk dan tidak juga sangat baik. Namun 2020, mengajarkan saya banyak hal. Terutama dalam hal menerima dan menjadi lebih dewasa. Dewasa di sini lebih seperti memikirkan semuanya matang-matang dan memprioritaskan diri sendiri. Memilih mana yang benar-benar penting dan mana yang lebih baik dipikirkan nanti. Terdengar membosankan memang. Namun menurut saya, itu adalah hal esensial yang semua orang harus tahu. 
Ketika menulis tulisan ini, saya jadi berpikir lebih jauh tentang apa yang telah saya lalui selama ini. Tentu saja, banyak mimpi-mimpi yang terbengkalai. Banyak juga harapan-harapan yang berubah menjadi asap dan kemudian hilang. Saya sama sekali tidak menyangka telah melewati har…

Membahas Pernikahan, Putus Cinta, Ego, dan Toksik Maskulinitas bersama Gala di Ganjil-Genap

Gambar
Sejak menginjak usia dua puluh tahun, aku berpikir bahwa menikah adalah hal yang rumit. Bukan cuma berdasarkan finansial, namun juga kematangan mental dan lain sebagainya. Sebagai konstitusi pun, menikah juga sangat lemah. Hanya berdasarkan sistem kepercayaan yang dilindungi oleh sedikit undang-undang yang bahkan kini orang berusaha melemahkannya lebih jauh. Padahal di dalamnya banyak pihak yang turut andil. Sampai-sampai sekarang, perkataan “Pakai cinta aja gak cukup.” sudah merajalela
Lalu aku bertanya, apa sebenarnya arti pernikahan itu sendiri?
Jika mendengar dari cerita  Mamah dan Abi dulu, cinta adalah bumbu awal, penentu untuk memilih. Kemudian usaha dan realitas yang menjadi penahan untuk bersama. Malah kayaknya, percintaan orangtuaku gak seromantis itu. Eits, tentu saja pertanyaan “Kapan menikah?”, “Udah ada gandengannya belum?” pun udah mulai masuk ke kotak pertanyaan tahunan yang dilayangkan kepadaku. Tapi, sebagai jomblo menahun, aku hanya tertawa dan meminta didoakan yang t…

Memahami Kembali Cara Mengulas Jurnal yang Baik dan Cepat

Gambar
School photo created by drobotdean - www.freepik.com
Salah satu tugas yang paling sering dikasih dosen saat masa kuliah adalah “Review Jurnal” atau Review artikel ilmiah, buku dan lain sebagainya. Tugas yang jujur aja kadang bikin kesel ini, sebenarnya susah-susah gampang. Bayangin aja, minimum satu jurnal itu bisa terdiri dari 5 halaman. Terus kalo lagi nasibnya beruntung banget /uhuk/, satu jurnal bisa terdiri dari 27 halaman. Jurnal-jurnal tersebut harus direview dan dirangkum untuk bisa kurang dari 3 halaman. Man, turut berduka cita atas hilangnya waktu tidur yang sehat lol. Belum lagi, kadang mahasiswa gak tahu bagaimana cara mereview jurnal yang baik karena kita gapernah dikasih tahu caranya. Nah, untuk itu, aku coba untuk mengulas cara mereview jurnal yang baik dan cepat. Semoga membantu!

Review JurnalKalau ada yang bingung tentang review jurnal, kayaknya kita harus mulai mendefinisikan kembali review jurnal yang ingin kita buat. Dan kali ini aku bakalan merujuk pada salah satu j…

Wiji Thukul : Istirahatlah Kata-Kata.

Gambar
Ketika pertamakali mengetahui bahwa akan ditayangkan sebuah film biografi Wiji Thukul, gue sangat excited sekali. Pasalnya gue ingin tahu sebenarnya siapa sih Wiji Thukul, apa yang ia lakukan sehingga ia harus berada dalam pelarian. Jujur, gue itu cuma tahu sekilas-duakilas tentang Wiji Thukul. Terlebih lagi gue tidak aware sama masalah beginian. Gue cuma tahu dia dari beberapa puisi yang pernah gue baca. Ditambah gue tidak terlalu paham tentang puisi. Jadi ya, jangan menaruh ekspektasi terlalu tinggi dengan review gue ini.
Saat menonton film ini gue sangat teramat menaruh ekspektasi yang tinggi dengan film ini. Dengan semangat yang menggebu-gebu, gue berharap semua yang gue tanyakan tentang Wiji Thukul bisa terjawabkan di sini. Setelah filmnya dimulai, gue langsung terkesima dengan opening film tersebut. Dimulai dengan suara siulan seorang perempuan yang saat itu gue belum tahu itu suara siapa, menyenandungkan sebuah lagu yang terasa amat syahdu dan familiar ditelinga gue. Lalu munc…