Bagaimana 2020 Mengajarkan Saya Lebih Menghargai Diri Saya Sendiri

Menurut saya, tidak ada hal yang benar-benar buruk pun begitu juga tidak ada yang benar-benar baik. Semuanya mempunyai lebih dari dua sisi untuk kita pahami. Sama seperti tahun 2020 yang dinobatkan menjadi tahun terburuk untuk manusia post-modern.  Saya pribadi menganggap 2020 adalah tahun yang tidak sangat buruk dan tidak juga sangat baik. Namun 2020, mengajarkan saya banyak hal. Terutama dalam hal menerima dan menjadi lebih dewasa. Dewasa di sini lebih seperti memikirkan semuanya matang-matang dan memprioritaskan diri sendiri. Memilih mana yang benar-benar penting dan mana yang lebih baik dipikirkan nanti. Terdengar membosankan memang. Namun menurut saya, itu adalah hal esensial yang semua orang harus tahu. 
Ketika menulis tulisan ini, saya jadi berpikir lebih jauh tentang apa yang telah saya lalui selama ini. Tentu saja, banyak mimpi-mimpi yang terbengkalai. Banyak juga harapan-harapan yang berubah menjadi asap dan kemudian hilang. Saya sama sekali tidak menyangka telah melewati har…

Ketika Orang Lain Kecewa Padamu

   
Ketika orang lain kecewa padamu



Pada setiap persimpangan jalan hidup, pasti kita bersinggungan dengan orang lain. Pun begitu pula dengan apa yang kita lakukan, juga pasti akan berpengaruh pada kehidupan orang lain. Aku jadi ingat sebuah buku berjudul The Five People You Meet in Heaven karya Mitch Albom yang aku baca lima tahun yang lalu. Buku tersebut memberikan cuplikan tentang bagaimana apa yang kita lakukan bisa memiliki efek yang besar pada hidup seseorang. Pendeknya seperti domino effect. Makin ke sini, makin aku berpikir bahwa apa yang diceritakan oleh Mitch Albom memang sangat masuk akal. Seperti domino-domino itu, hidup kita terlihat kekar namun juga ringkih terhadap satu jentikan jari.

Lalu bagaimana ketika orang lain berkata padamu bahwa ia kecewa pada dirimu?

Hal-hal yang harus kamu lakukan ketika orang lain kecewa padamu


Pertama, tarik napas dalam-dalam.

Mengatur napas dengan baik bisa membuat pikiran kita lebih jernih. Apalagi ketika kata-kata itu menusuk dirimu secara tiba-tiba. Kamu pasti merasa duniamu seakan runtuh. Dunia yang kamu bikin dengan segala usaha dan jerih payahmu seakan hilang. Namun lagi, tarik napas dalam-dalam dengan hitungan lima detik bisa  membantumu menyadari bahwa dunia-mu tidak sepenuhnya runtuh.Ak

Kedua, Bersikaplah bodo amat.

Ketika orang lain mengatakan seperti ini:

"Aku kecewa sama kamu."

Kamu cukup membalas: "Terima kasih telah memberi saya masukan, saya akan mencoba lebih baik lagi." 

Namun, dalam hatimu ucapkan "bodo amat" tiga kali.

Begini, bukan maksud aku menyuruh kamu untuk ignorant. Malah dengan begini kamu menyadari banyak hal yang bisa kamu ambil.

Perlu kamu sadari bahwa kekecewaan hadir karena adanya ekspektasi yang diberikan kepada kamu. Dan ketika kamu tidak bisa melampaui ekspektasi itu, mereka akan kecewa. Ingat, berarti mereka percaya padamu. Mereka menaruh kepercayaan yang besar kepadamu. 

Namun, bukan berarti kamu harus merasa tidak berdaya dan merasa benar-benar gagal. Sekali lagi, mungkin kamu memang mengecewakan mereka, tapi bukan berarti dunia kamu benar-benar runtuh. 

Terakhir, Take a Step Back dan jangan pernah kecewa akan dirimu sendiri.

Iya, jangan pernah kecewa sama dirimu sendiri. Aku sadar kalo susah banget sekarang gak kecewa sama diri sendiri terlebih lagi kalo diri sendiri tuh ngerasa gagal banget. Ini saatnya kamu ambil kaca dan bilang ke diri kamu sendiri.

"Aku gak kecewa sama kamu."
"Aku bangga sama kamu"

Bener, gapapa orang lain kecewa sama kamu. Tapi jangan sampai kamu kecewa sama diri sendiri. Soalnya ketika kamu kecewa sama diri kamu sendiri, bukan cuma dunia kamu runtuh. Tapi kamu juga akan kehisap ke dalam lubang yang dalam. Seperti black hole yang menghisap dirimu sampai gak ada yang tersisa lagi. 

Jadi, gak apa orang lain kecewa sama kamu. Asal kamu jangan kecewa sama diri kamu sendiri. 

You did a great job, and you always will. 

Komentar

  1. Walaupun sedang marah, ada baiknya kita bersikap rasional dan bisa tidak serta merta membenci apa yang ada :) pengalaman ini juga pernah saya alami dan menjadi titik balik bagi kesehatan mental saya

    BalasHapus
  2. #positivevibesonly #spreadthelove :D semangat untuk kita semua!

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hidup Zen dan Hal yang Bisa Dipelajari Selama Pandemi

Beras dan Kemanusiaan ala Jhumpa dan Gie

Lost and Forgettable