Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2020

Beras dan Kemanusiaan ala Jhumpa dan Gie

Gambar
Beberapa orang mungkin hanya menganggap beras sebatas pangan yang harus dimakan demi menjaga perut tetap penuh. Mungkin juga beras hanyalah karbohidrat yang jahat bagi mereka yang diet mati-matian. Namun bagi Jhumpa Lahiri, beras memiliki arti lebih dari itu. Beras baginya telah menjelma sebagai simbol jati diri dari seorang imigran yang merasa tidak memiliki tempat. Beras juga menjadi bentuk kasih sayang seorang bapak kepada anaknya, sehangat sepiring nasi hangat yang selalu tersedia di meja makan. Hal ini lah yang membuat aku tergugah ketika membaca sebuah esai yang ditulis oleh Jhumpa Lahiri. Aku ingat betul kali pertama aku jatuh cinta pada tulisan Jhumpa Lahiri. Saat itu aku sedang bertanya-tanya tentang jalan hidup yang aku pilih. Mengapa aku masuk ke ilmu pangan dan mengapa pula aku bertahan di tempat ini. Saat itu dengan segala kegundah gulanaan yang aku alami, sebuah link melintas di lini masa twitter dan saat itulah aku membaca tulisan beliau untuk pertama kali Beras oleh Jh…

Membahas Pernikahan, Putus Cinta, Ego, dan Toksik Maskulinitas bersama Gala di Ganjil-Genap

Gambar
Sejak menginjak usia dua puluh tahun, aku berpikir bahwa menikah adalah hal yang rumit. Bukan cuma berdasarkan finansial, namun juga kematangan mental dan lain sebagainya. Sebagai konstitusi pun, menikah juga sangat lemah. Hanya berdasarkan sistem kepercayaan yang dilindungi oleh sedikit undang-undang yang bahkan kini orang berusaha melemahkannya lebih jauh. Padahal di dalamnya banyak pihak yang turut andil. Sampai-sampai sekarang, perkataan “Pakai cinta aja gak cukup.” sudah merajalela
Lalu aku bertanya, apa sebenarnya arti pernikahan itu sendiri?
Jika mendengar dari cerita  Mamah dan Abi dulu, cinta adalah bumbu awal, penentu untuk memilih. Kemudian usaha dan realitas yang menjadi penahan untuk bersama. Malah kayaknya, percintaan orangtuaku gak seromantis itu. Eits, tentu saja pertanyaan “Kapan menikah?”, “Udah ada gandengannya belum?” pun udah mulai masuk ke kotak pertanyaan tahunan yang dilayangkan kepadaku. Tapi, sebagai jomblo menahun, aku hanya tertawa dan meminta didoakan yang t…