Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2018

Bagaimana 2020 Mengajarkan Saya Lebih Menghargai Diri Saya Sendiri

Menurut saya, tidak ada hal yang benar-benar buruk pun begitu juga tidak ada yang benar-benar baik. Semuanya mempunyai lebih dari dua sisi untuk kita pahami. Sama seperti tahun 2020 yang dinobatkan menjadi tahun terburuk untuk manusia post-modern.  Saya pribadi menganggap 2020 adalah tahun yang tidak sangat buruk dan tidak juga sangat baik. Namun 2020, mengajarkan saya banyak hal. Terutama dalam hal menerima dan menjadi lebih dewasa. Dewasa di sini lebih seperti memikirkan semuanya matang-matang dan memprioritaskan diri sendiri. Memilih mana yang benar-benar penting dan mana yang lebih baik dipikirkan nanti. Terdengar membosankan memang. Namun menurut saya, itu adalah hal esensial yang semua orang harus tahu. 
Ketika menulis tulisan ini, saya jadi berpikir lebih jauh tentang apa yang telah saya lalui selama ini. Tentu saja, banyak mimpi-mimpi yang terbengkalai. Banyak juga harapan-harapan yang berubah menjadi asap dan kemudian hilang. Saya sama sekali tidak menyangka telah melewati har…

Tempat Kembali

Sebagai seorang manusia dalam masa pencariannya, bukannya tidak mungkin gue tersesat. Bahkan bisa dibilang, gue sering sekali tersesat. Dalam ketersesatan itu gue menghadapi banyak pilihan. Tapi satu yang selalu gue pilih, yaitu berhenti sejenak. Ya, berhenti sejenak untuk menikmati ketersesatan gue. Sudah sejauh mana gue melangkah dan di mana gue mulai tersesat. Di dalam proses itu gue pun masih tetap mencari. Mencari tempat untuk kembali. Tidak jarang gue panik dan bahkan merasa hidup yang penuh tersesatan ini sangatlah sesat dan nirfaedah, sampai akhirnya gue bertanya pada diri gue sendiri tentang mengapa gue harus menjalani hidup ini. Tapi  lagi-lagi, pertanyaan itu merupakan sebuah pertanyaan retorikal yang bahkan sudah ada jawabannya di kepala gue.

Di lain sisi, gue juga menyadari bahwa proses ketersesatan itu adalah sebuah tempat perhentian sementara gue untuk mengingat sudah seberapa jauh gue melangkah. Sampai akhirnya, Sang Pengingat mengingatkan kembali bahwa ada sebuah temp…