Bagaimana 2020 Mengajarkan Saya Lebih Menghargai Diri Saya Sendiri

Menurut saya, tidak ada hal yang benar-benar buruk pun begitu juga tidak ada yang benar-benar baik. Semuanya mempunyai lebih dari dua sisi untuk kita pahami. Sama seperti tahun 2020 yang dinobatkan menjadi tahun terburuk untuk manusia post-modern .  Saya pribadi menganggap 2020 adalah tahun yang tidak sangat buruk dan tidak juga sangat baik. Namun 2020, mengajarkan saya banyak hal. Terutama dalam hal menerima dan menjadi lebih dewasa. Dewasa di sini lebih seperti memikirkan semuanya matang-matang dan memprioritaskan diri sendiri. Memilih mana yang benar-benar penting dan mana yang lebih baik dipikirkan nanti. Terdengar membosankan memang. Namun menurut saya, itu adalah hal esensial yang semua orang harus tahu.  Ketika menulis tulisan ini, saya jadi berpikir lebih jauh tentang apa yang telah saya lalui selama ini. Tentu saja, banyak mimpi-mimpi yang terbengkalai. Banyak juga harapan-harapan yang berubah menjadi asap dan kemudian hilang. Saya sama sekali tidak menyangka telah melewati ha

Kembali dan Berawal


Bisa dibilang gue adalah seseorang yang cenderung susah mengekspresikan apa yang gue rasakan hanya dengan berbicara. Bahkan banyak hal-hal yang sering jadi salah paham ketika gue berbicara. Tapi sejak gue mengenal dunia tulis menulis, gue merasa bahwa gue mempunyai cara tersendiri untuk berkomunikasi yaitu dengan menulis. Semenjak saat itu, menulis sudah menjadi bagian dari hidup gue. Menulis adalah salah satu wadah bagi gue untuk mengekspresikan diri gue. Menulis adalah salah satu cara terjujur untuk melihat diri gue sendiri.

Namun gue terlalu naif dalam menulis. Gue selalu meminta lebih dan tidak pernah menghargai apapun yang gue tulis. Hal itu membuat gue merasa bahwa tulisan gue itu jelek, lemah dan lain sebagainya. Gue pun mulai untuk menirukan gaya tulisan orang lain sampai akhirnya gue melupakan hal yang paling dasar dari niat awal kenapa gue menulis. Awalnya gue berusaha se-denial mungkin tentang hal itu. Tapi makin gue membaca post lama gue, makin gue menyadari betapa memaksakan diri gue disetiap tulisan-tulisan yang gue tulis.

Itulah alasan kenapa blog gue sekarang kosong dan tulisan ini menjadi tulisan pertama dalam blog. Gue menginginkan tulisan di blog gue menjadi jujur dan diri gue sendiri. 

Nevertheless, gue ingin berterimakasih kepada teman-teman semua yang selalu support Miftah untuk terus menulis dengan cara apapun, termasuk selalu membaca tulisan-tulisan Miftah. Terimakasih sekali lagi!

I wish you have a blast and wonderful life!

Thank you!

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hidup Zen dan Hal yang Bisa Dipelajari Selama Pandemi

Beras dan Kemanusiaan ala Jhumpa dan Gie

Bagaimana 2020 Mengajarkan Saya Lebih Menghargai Diri Saya Sendiri