Postingan

Bagaimana 2020 Mengajarkan Saya Lebih Menghargai Diri Saya Sendiri

Menurut saya, tidak ada hal yang benar-benar buruk pun begitu juga tidak ada yang benar-benar baik. Semuanya mempunyai lebih dari dua sisi untuk kita pahami. Sama seperti tahun 2020 yang dinobatkan menjadi tahun terburuk untuk manusia post-modern .  Saya pribadi menganggap 2020 adalah tahun yang tidak sangat buruk dan tidak juga sangat baik. Namun 2020, mengajarkan saya banyak hal. Terutama dalam hal menerima dan menjadi lebih dewasa. Dewasa di sini lebih seperti memikirkan semuanya matang-matang dan memprioritaskan diri sendiri. Memilih mana yang benar-benar penting dan mana yang lebih baik dipikirkan nanti. Terdengar membosankan memang. Namun menurut saya, itu adalah hal esensial yang semua orang harus tahu.  Ketika menulis tulisan ini, saya jadi berpikir lebih jauh tentang apa yang telah saya lalui selama ini. Tentu saja, banyak mimpi-mimpi yang terbengkalai. Banyak juga harapan-harapan yang berubah menjadi asap dan kemudian hilang. Saya sama sekali tidak menyangka telah melewati ha

Magang dan Hal-Hal Lainnya.

Gambar
credit : Pixelbay Liburan kampus itu semacam ajang bagi anak-anak kampus gue untuk 'pamer' magang di mana dan liburan ke mana. Hal itu udah semacam rahasia umum. Tidak heran saat tiga bulan sebelum masa magang dan liburan datang, anak-anak kampus gue berlomba-lomba nyari tempat magang maupun merencanakan liburannya. Termasuk gue. Gue yang pada tahun pertama gagal diterima di tempat magang yang gue inginkan, gak mau lah tahun ini menjadi tahun gabut gue lagi. Hal ini menjadi semacam pacutan bagi gue untuk mencari tempat magang. Dan kali ini gue gak muluk-muluk kayak tahun lalu. Gue mencari tempat magang di Jakarta aja.  Surprisingly, gue keterima magang di salah satu instansi kepemerintahan yang mengurusi tentang regulasi dan pendaftaran makanan. Gue seneng banget lah, gila. It's kinda menjadi hal yang membanggakan bagi gue. Anak semester 4 diterima magang di sana dengan pelamar yang banyak. Pokoknya gue bahagia bangetlah.  Well, reality is indeed give you a

Realization

She come to me; Realize that we are not meant together.

Simplicity and a Journey - #TiffanyTales

Gambar
Pada tanggal 29 Mei 2017 kemarin, gue diundang oleh Tiffany Kenanga lewat Blogger Crony untuk datang ke acara fashion show pertamanya dia dengan judul TiffanyTales. Jujur, gue merasa senang dan juga gugup secara bersamaan. Ya, to be honest this was my very first time attending fashion show. Walaupun hampir setiap tahun gue datang untuk melihat JFFF dan mencari makanan ashique di sana, gue belum pernah duduk menjadi salah satu tamu fashion show di sana. Jadi gue sangat excited sekali untuk datang menghadiri fashion show tersebut. Ada 12 koleksi baju yang dipertunjukkan di fashion show Tiffany Tales. Desainnya termasuk desain yang simple dan gampang di mix-match sama baju lain. Warna yang dipilih untuk koleksi ini juga cenderung netral dan monochrome. Dalam alur fashion shownya juga menarik. Dibagi menjadi tiga bagian yang mempunyai cerita tentang perjalanan Tiffany untuk meraih impiannya.  Saat gue melihat Tiffany setelah runaway selesai, I could see her eyes shining bright

I Have Dreams, and Now I Realize.

Gambar
I have a lot of dreams.  Since I was a kid, I always thought that if I have dreams, someday I would make it real. With that thought, me as a kid always thought that if I just did better and without any burden then I could do anything. I started to gain my confidence. I started to think that life never been so hard and never failed me. Even sometimes lot of people stared at me like I am crazy, overconfidence, and ambitious; I just did not care. Then I grew up being a child with her dreams. In fact, there was also a time when I look down a lot of people due to that. I made her cry, I made her had no friends, and I made her thinking that I am greater than her which was completely bullshit and wrong. I was so young, so dumb, so naive, so sucks. I never knew what I was doing is wrong until I was on her shoes. I cried, had no friends, living crazy life, and had no confidence. That time, I thought everything that I've hold onto was being taken out from me. I was angry, both to

Review Book : Girls in The Dark

Gambar
Perempuan dan Perjamuan Makan Malam Ketua klub sastra mati! Shiraishi Itsumi mati dengan setangkai bunga lily di pelukkannya. Semua orang bertanya-tanya tentang apa yang sebenarnya terjadi dengan ketua klub sastra yang sangat dihormati dan terpandang itu. Benarkan dia dibunuh atau bunuh diri? Tidak ada yang tahu kecuali Itsumi sendiri. Namun, satu dari keenam gadis anggota klub sastra ditenggarai sebagai pembunuh sang ketua. Selang satu minggu setelah kematian mengenaskan itu, klub sastra mengadakan pertemuan bulanan. Pertemuan yang sudah menjadi tradisi itu dilakukan seperti biasanya. Hal yang berbeda adalah tidak adanya sang ketua yang memimpin pertemuan dan tujuan pertemuan kali ini untuk mengenang mantan ketua dengan sebuah karya cerita pendek. Dari cerita-cerita itulah para anggota menganalisis tentang siapa pembunuh sang ketua yang sebenarnya. Kartu Tanda Buku Judul : Girls in The Dark a.k.a Ankaku Joshi | Penulis : Akiyoshi Rikako | Penerjemah : Andry Setiawa

Lost and Forgettable

Gambar
credit : tumblr As a day become a week, then a week become a month. Places and memories are still the same, unchanged. Yet, the only one that changed is people. People do changed in the way that they never realize. They only do the same thing until they realize that they are lost in the maze that they made. In fact, the maze has not only one way out, but a thousand. Some people might want to leave the maze, while the others decided to not to leave the maze. Thus people and maze are already united become one. In the end, there are no right or wrong answer about the choice that people made. It is all about them, who are you to judge? In contrast for me, I realize that I need to runaway from the maze and finding myself once more. It is not an easy job to find yourself that has been too long lost in the place that is so familiar.  For me, I start with recognizing things all over again, and arranging my heart and action towards everythings. Thus I start to find who I really am and

Kembali dan Berawal

Gambar
Bisa dibilang gue adalah seseorang yang cenderung susah mengekspresikan apa yang gue rasakan hanya dengan berbicara. Bahkan banyak hal-hal yang sering jadi salah paham ketika gue berbicara. Tapi sejak gue mengenal dunia tulis menulis, gue merasa bahwa gue mempunyai cara tersendiri untuk berkomunikasi yaitu dengan menulis. Semenjak saat itu, menulis sudah menjadi bagian dari hidup gue. Menulis adalah salah satu wadah bagi gue untuk mengekspresikan diri gue. Menulis adalah salah satu cara terjujur untuk melihat diri gue sendiri.