Postingan

Peti Mati Untuk Empati Dari Pandemi

Gambar
Satu hal yang pertama kali tumbang ketika pandemi COVID-19 melanda Indonesia adalah empati.  Semua ini bermula ketika adanya prediksi dari para ahli bahwa Indonesia tidak akan luput dari momok virus Corona. Namun para petinggi, memilih untuk menutup mata dan menganggap bahwa masyarakat Indonesia begitu sakti sehingga tak ada virus, satu pun yang berani menginfeksinya. Bahkan, beberapa daerah mengajak turis untuk datang ke daerah tersebut tanpa pengetahuan dan penanganan infeksi menular yang cukup. Saat itu, egoisitas pemuka tinggi negeri ini dan masyarakat mengalahkan apa yang kita sebut logika dan hati nurani.Kemudian ketika pasien 0 terdeteksi, orang-orang kehilangan akal dan berbondong-bondong berusaha menyelamatkan dirinya sendiri. Egoisitas kembali muncul dan menjelma menjadi satu landasan kokoh untuk menjustifikasi pilihannya untuk menyelamatkan diri. Sebenarnya, tak ada yang salah dari menyelamatkan diri sendiri. Hal yang salah adalah ketika aksi menyelamatan diri itu merugikan…

I Have Dreams, and Now I Realize.

Gambar
I have a lot of dreams. 
Since I was a kid, I always thought that if I have dreams, someday I would make it real. With that thought, me as a kid always thought that if I just did better and without any burden then I could do anything. I started to gain my confidence. I started to think that life never been so hard and never failed me. Even sometimes lot of people stared at me like I am crazy, overconfidence, and ambitious; I just did not care. Then I grew up being a child with her dreams. In fact, there was also a time when I look down a lot of people due to that. I made her cry, I made her had no friends, and I made her thinking that I am greater than her which was completely bullshit and wrong. I was so young, so dumb, so naive, so sucks. I never knew what I was doing is wrong until I was on her shoes. I cried, had no friends, living crazy life, and had no confidence. That time, I thought everything that I've hold onto was being taken out from me. I was angry, both to myself an…

Review Book : Girls in The Dark

Gambar
Perempuan dan Perjamuan Makan Malam

Ketua klub sastra mati! Shiraishi Itsumi mati dengan setangkai bunga lily di pelukkannya. Semua orang bertanya-tanya tentang apa yang sebenarnya terjadi dengan ketua klub sastra yang sangat dihormati dan terpandang itu. Benarkan dia dibunuh atau bunuh diri? Tidak ada yang tahu kecuali Itsumi sendiri. Namun, satu dari keenam gadis anggota klub sastra ditenggarai sebagai pembunuh sang ketua.

Selang satu minggu setelah kematian mengenaskan itu, klub sastra mengadakan pertemuan bulanan. Pertemuan yang sudah menjadi tradisi itu dilakukan seperti biasanya. Hal yang berbeda adalah tidak adanya sang ketua yang memimpin pertemuan dan tujuan pertemuan kali ini untuk mengenang mantan ketua dengan sebuah karya cerita pendek. Dari cerita-cerita itulah para anggota menganalisis tentang siapa pembunuh sang ketua yang sebenarnya.
Kartu Tanda Buku Judul : Girls in The Dark a.k.a Ankaku Joshi | Penulis : Akiyoshi Rikako | Penerjemah : Andry Setiawan |Bahasa : Indonesia |…

Lost and Forgettable

Gambar
As a day become a week, then a week become a month. Places and memories are still the same, unchanged. Yet, the only one that changed is people. People do changed in the way that they never realize. They only do the same thing until they realize that they are lost in the maze that they made. In fact, the maze has not only one way out, but a thousand. Some people might want to leave the maze, while the others decided to not to leave the maze. Thus people and maze are already united become one. In the end, there are no right or wrong answer about the choice that people made. It is all about them, who are you to judge?
In contrast for me, I realize that I need to runaway from the maze and finding myself once more. It is not an easy job to find yourself that has been too long lost in the place that is so familiar.  For me, I start with recognizing things all over again, and arranging my heart and action towards everythings. Thus I start to find who I really am and what I need instead of …

Kembali dan Berawal

Gambar
Bisa dibilang gue adalah seseorang yang cenderung susah mengekspresikan apa yang gue rasakan hanya dengan berbicara. Bahkan banyak hal-hal yang sering jadi salah paham ketika gue berbicara. Tapi sejak gue mengenal dunia tulis menulis, gue merasa bahwa gue mempunyai cara tersendiri untuk berkomunikasi yaitu dengan menulis. Semenjak saat itu, menulis sudah menjadi bagian dari hidup gue. Menulis adalah salah satu wadah bagi gue untuk mengekspresikan diri gue. Menulis adalah salah satu cara terjujur untuk melihat diri gue sendiri.

Wiji Thukul : Istirahatlah Kata-Kata.

Gambar
Ketika pertamakali mengetahui bahwa akan ditayangkan sebuah film biografi Wiji Thukul, gue sangat excited sekali. Pasalnya gue ingin tahu sebenarnya siapa sih Wiji Thukul, apa yang ia lakukan sehingga ia harus berada dalam pelarian. Jujur, gue itu cuma tahu sekilas-duakilas tentang Wiji Thukul. Terlebih lagi gue tidak aware sama masalah beginian. Gue cuma tahu dia dari beberapa puisi yang pernah gue baca. Ditambah gue tidak terlalu paham tentang puisi. Jadi ya, jangan menaruh ekspektasi terlalu tinggi dengan review gue ini.
Saat menonton film ini gue sangat teramat menaruh ekspektasi yang tinggi dengan film ini. Dengan semangat yang menggebu-gebu, gue berharap semua yang gue tanyakan tentang Wiji Thukul bisa terjawabkan di sini. Setelah filmnya dimulai, gue langsung terkesima dengan opening film tersebut. Dimulai dengan suara siulan seorang perempuan yang saat itu gue belum tahu itu suara siapa, menyenandungkan sebuah lagu yang terasa amat syahdu dan familiar ditelinga gue. Lalu munc…