Postingan

Beras dan Kemanusiaan ala Jhumpa dan Gie

Gambar
Beberapa orang mungkin hanya menganggap beras sebatas pangan yang harus dimakan demi menjaga perut tetap penuh. Mungkin juga beras hanyalah karbohidrat yang jahat bagi mereka yang diet mati-matian. Namun bagi Jhumpa Lahiri, beras memiliki arti lebih dari itu. Beras baginya telah menjelma sebagai simbol jati diri dari seorang imigran yang merasa tidak memiliki tempat. Beras juga menjadi bentuk kasih sayang seorang bapak kepada anaknya, sehangat sepiring nasi hangat yang selalu tersedia di meja makan. Hal ini lah yang membuat aku tergugah ketika membaca sebuah esai yang ditulis oleh Jhumpa Lahiri. Aku ingat betul kali pertama aku jatuh cinta pada tulisan Jhumpa Lahiri. Saat itu aku sedang bertanya-tanya tentang jalan hidup yang aku pilih. Mengapa aku masuk ke ilmu pangan dan mengapa pula aku bertahan di tempat ini. Saat itu dengan segala kegundah gulanaan yang aku alami, sebuah link melintas di lini masa twitter dan saat itulah aku membaca tulisan beliau untuk pertama kali Beras oleh Jh…

Wiji Thukul : Istirahatlah Kata-Kata.

Gambar
Ketika pertamakali mengetahui bahwa akan ditayangkan sebuah film biografi Wiji Thukul, gue sangat excited sekali. Pasalnya gue ingin tahu sebenarnya siapa sih Wiji Thukul, apa yang ia lakukan sehingga ia harus berada dalam pelarian. Jujur, gue itu cuma tahu sekilas-duakilas tentang Wiji Thukul. Terlebih lagi gue tidak aware sama masalah beginian. Gue cuma tahu dia dari beberapa puisi yang pernah gue baca. Ditambah gue tidak terlalu paham tentang puisi. Jadi ya, jangan menaruh ekspektasi terlalu tinggi dengan review gue ini.
Saat menonton film ini gue sangat teramat menaruh ekspektasi yang tinggi dengan film ini. Dengan semangat yang menggebu-gebu, gue berharap semua yang gue tanyakan tentang Wiji Thukul bisa terjawabkan di sini. Setelah filmnya dimulai, gue langsung terkesima dengan opening film tersebut. Dimulai dengan suara siulan seorang perempuan yang saat itu gue belum tahu itu suara siapa, menyenandungkan sebuah lagu yang terasa amat syahdu dan familiar ditelinga gue. Lalu munc…