Postingan

Menampilkan postingan dengan label Journal

Peti Mati Untuk Empati Dari Pandemi

Gambar
Satu hal yang pertama kali tumbang ketika pandemi COVID-19 melanda Indonesia adalah empati.  Semua ini bermula ketika adanya prediksi dari para ahli bahwa Indonesia tidak akan luput dari momok virus Corona. Namun para petinggi, memilih untuk menutup mata dan menganggap bahwa masyarakat Indonesia begitu sakti sehingga tak ada virus, satu pun yang berani menginfeksinya. Bahkan, beberapa daerah mengajak turis untuk datang ke daerah tersebut tanpa pengetahuan dan penanganan infeksi menular yang cukup. Saat itu, egoisitas pemuka tinggi negeri ini dan masyarakat mengalahkan apa yang kita sebut logika dan hati nurani.Kemudian ketika pasien 0 terdeteksi, orang-orang kehilangan akal dan berbondong-bondong berusaha menyelamatkan dirinya sendiri. Egoisitas kembali muncul dan menjelma menjadi satu landasan kokoh untuk menjustifikasi pilihannya untuk menyelamatkan diri. Sebenarnya, tak ada yang salah dari menyelamatkan diri sendiri. Hal yang salah adalah ketika aksi menyelamatan diri itu merugikan…

Memahami Kembali Cara Mengulas Jurnal yang Baik dan Cepat

Gambar
School photo created by drobotdean - www.freepik.com
Salah satu tugas yang paling sering dikasih dosen saat masa kuliah adalah “Review Jurnal” atau Review artikel ilmiah, buku dan lain sebagainya. Tugas yang jujur aja kadang bikin kesel ini, sebenarnya susah-susah gampang. Bayangin aja, minimum satu jurnal itu bisa terdiri dari 5 halaman. Terus kalo lagi nasibnya beruntung banget /uhuk/, satu jurnal bisa terdiri dari 27 halaman. Jurnal-jurnal tersebut harus direview dan dirangkum untuk bisa kurang dari 3 halaman. Man, turut berduka cita atas hilangnya waktu tidur yang sehat lol. Belum lagi, kadang mahasiswa gak tahu bagaimana cara mereview jurnal yang baik karena kita gapernah dikasih tahu caranya. Nah, untuk itu, aku coba untuk mengulas cara mereview jurnal yang baik dan cepat. Semoga membantu!

Review JurnalKalau ada yang bingung tentang review jurnal, kayaknya kita harus mulai mendefinisikan kembali review jurnal yang ingin kita buat. Dan kali ini aku bakalan merujuk pada salah satu j…

Tempat Kembali

Sebagai seorang manusia dalam masa pencariannya, bukannya tidak mungkin gue tersesat. Bahkan bisa dibilang, gue sering sekali tersesat. Dalam ketersesatan itu gue menghadapi banyak pilihan. Tapi satu yang selalu gue pilih, yaitu berhenti sejenak. Ya, berhenti sejenak untuk menikmati ketersesatan gue. Sudah sejauh mana gue melangkah dan di mana gue mulai tersesat. Di dalam proses itu gue pun masih tetap mencari. Mencari tempat untuk kembali. Tidak jarang gue panik dan bahkan merasa hidup yang penuh tersesatan ini sangatlah sesat dan nirfaedah, sampai akhirnya gue bertanya pada diri gue sendiri tentang mengapa gue harus menjalani hidup ini. Tapi  lagi-lagi, pertanyaan itu merupakan sebuah pertanyaan retorikal yang bahkan sudah ada jawabannya di kepala gue.

Di lain sisi, gue juga menyadari bahwa proses ketersesatan itu adalah sebuah tempat perhentian sementara gue untuk mengingat sudah seberapa jauh gue melangkah. Sampai akhirnya, Sang Pengingat mengingatkan kembali bahwa ada sebuah temp…

An Odd Superstition

Ever since five years ago, I believe that new year, new me is bullshit. I know, lots of people still believe that new year is a new page and new beginning for them. However, it is not a case for me. I would say that new year is just a parameter to count how many times you've been sucking and how many times you've been surviving. In other words, a new year is just accumulation of upcoming regular day.  I don't blame people who partying on new year eve, but I just don't understand why they celebrating for something that still uncertain. Or maybe, they celebrating new year eve because they want to become alive before they finally realized that life gives them a lemon. 
In fact, I must say that I kinda believe in some odd superstition about a new year. I don't remember since when I believe in that kind of things. But one thing that I am sure, I don't match with odd years.  Confused? Here is the example :  I'm not lucky if turn into an odd age. For example, Whe…

#Diet 101 : Temptation

First of all, I would like to apologize for not posting last two days. Kerjaan dari tempat magang kebetulan lagi padet banget dan gue gak bisa nulis pagi-pagi seperti biasanya. Udah gitu, I really need to finish my report. Tapi yha, sampe sekarang baru bab 1 :").
Hari kedua gue jalani dengan fine. Seperti hari pertama, pagi hari gue menimbang dan menjadi 69.4 kg. Pagi gue gak makan, dan makan-makan pas siang. Nah sialnya, saat siang Lawson lagi bagi-bagi free food untuk bantuin surveynya dia. Satu paket lunch sama es matcha coffee. Terlanjur beli odeng sebanyak 5 buah. Gue harus memakan nasi dan es matcha itu. Untungnya gue berdua sama samirah, dan es matcha coffeenya gue dapet dua karena Samirah gamau. Merasa bersalah, malamnya gue berniat untuk gak makan. 
EH NYOKAP BELIIN MAKANAN. Dengan sisa nasi dari lawson, gue pun makan sayur labu, urap, dan sambalan kentang. Gue merasa bersalah. Lanjut lagi, gue olahraga cuma 51 menit ( 21 menit jalan kaki, dan 30 menit sepeda statis) ka…

#Diet101 : Memulai itu Tidak Terlalu Sulit

Gambar
Bagi sebagian orang, memulai sesuatu hal adalah perkara yang sulit. Bahkan menjadi momok bagi mereka. Tapi hal ini kayaknya berbeda bagi gue. Gue tipe orang yang gampang untuk memulai, tapi untuk tetap melakukan dan menyelesaikan itu perihal lain. Seperti halnya 21 days challenge ini, dihari pertama gak ada hal yang berat sama sekali. Gue santai, bahkan kayak biasanya. Then, here is my schedule. 
Setiap hari gue bangun pagi. Well, that's obvious isn't it? Tapi biasanya setelah salat subuh, gue tidur lagi. Nah pada hari pertama ini, gue gak tidur lagi guys. Gue minum kurang lebih 300 ml dan melakukan kegiatan gue sebagai manusia. Setelah itu gue menimbang berat badan gue. Well, what i learnt from human nutrition course di kampus, your truly berat badan adalah ketika pagi setelah bangun tidur dan melakukan kegiatan di kamar mandi. 
I was so surprised when I saw my weight. 
Iya, gue 70.2 kg. Gila. 
Dengan perasaan mengganjal, gue mulai menyiapkan makanan untuk lunch. Saat itu gu…

#Diet 101 : To Get Healthier and Better

Gambar
Bisa dibilang kalo gue itu pecinta makanan. Gue selalu menghargai setiap makanan yang ada. Bahkan sekarang-sekarang ini gue jadi lebih sensitif sama makanan yang banyak micinnya. Padahal dulu makan micin mah sabodo amat. Sekarang langsung mabok. Alhasil, gue pernah kurus dari kecil sampe kelas 3 SD aja. Setelah itu berat gue selalu bertambah. Dulu gue gak peduli sama bagaimana timbunan lemak di tubuh gue. Kata orang, "gapapa gendut yang penting sehat." Tapi dalam case ini, gue malah jadi gendut dan gak sehat. 
Bisa dilihat berapa seringnya gue sakit dan tidak bisa melakukan kegiatan sehari-hari which is really bad. Padahal seharusnya, remaja seusia gue itu memiliki banyak aktivitas yang bermanfaat dan mengukir pengalaman. Tapi tetap aja, gue denial dan mencoba menutup mata. Sampai pada akhirnya banyak orang-orang yang mencemooh gue secara sadar atau enggak. Banyak orang yang underestimate gue hanya karena gue memiliki badan lebih besar daripada yang lain. 
Tidak jarang gue …

Simplicity and a Journey - #TiffanyTales

Gambar
Pada tanggal 29 Mei 2017 kemarin, gue diundang oleh Tiffany Kenanga lewat Blogger Crony untuk datang ke acara fashion show pertamanya dia dengan judul TiffanyTales. Jujur, gue merasa senang dan juga gugup secara bersamaan. Ya, to be honest this was my very first time attending fashion show. Walaupun hampir setiap tahun gue datang untuk melihat JFFF dan mencari makanan ashique di sana, gue belum pernah duduk menjadi salah satu tamu fashion show di sana. Jadi gue sangat excited sekali untuk datang menghadiri fashion show tersebut.
Ada 12 koleksi baju yang dipertunjukkan di fashion show Tiffany Tales. Desainnya termasuk desain yang simple dan gampang di mix-match sama baju lain. Warna yang dipilih untuk koleksi ini juga cenderung netral dan monochrome. Dalam alur fashion shownya juga menarik. Dibagi menjadi tiga bagian yang mempunyai cerita tentang perjalanan Tiffany untuk meraih impiannya. 
Saat gue melihat Tiffany setelah runaway selesai, I could see her eyes shining bright. Ketika it…

Lost and Forgettable

Gambar
As a day become a week, then a week become a month. Places and memories are still the same, unchanged. Yet, the only one that changed is people. People do changed in the way that they never realize. They only do the same thing until they realize that they are lost in the maze that they made. In fact, the maze has not only one way out, but a thousand. Some people might want to leave the maze, while the others decided to not to leave the maze. Thus people and maze are already united become one. In the end, there are no right or wrong answer about the choice that people made. It is all about them, who are you to judge?
In contrast for me, I realize that I need to runaway from the maze and finding myself once more. It is not an easy job to find yourself that has been too long lost in the place that is so familiar.  For me, I start with recognizing things all over again, and arranging my heart and action towards everythings. Thus I start to find who I really am and what I need instead of …

Kembali dan Berawal

Gambar
Bisa dibilang gue adalah seseorang yang cenderung susah mengekspresikan apa yang gue rasakan hanya dengan berbicara. Bahkan banyak hal-hal yang sering jadi salah paham ketika gue berbicara. Tapi sejak gue mengenal dunia tulis menulis, gue merasa bahwa gue mempunyai cara tersendiri untuk berkomunikasi yaitu dengan menulis. Semenjak saat itu, menulis sudah menjadi bagian dari hidup gue. Menulis adalah salah satu wadah bagi gue untuk mengekspresikan diri gue. Menulis adalah salah satu cara terjujur untuk melihat diri gue sendiri.