Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2020

Beras dan Kemanusiaan ala Jhumpa dan Gie

Gambar
Beberapa orang mungkin hanya menganggap beras sebatas pangan yang harus dimakan demi menjaga perut tetap penuh. Mungkin juga beras hanyalah karbohidrat yang jahat bagi mereka yang diet mati-matian. Namun bagi Jhumpa Lahiri, beras memiliki arti lebih dari itu. Beras baginya telah menjelma sebagai simbol jati diri dari seorang imigran yang merasa tidak memiliki tempat. Beras juga menjadi bentuk kasih sayang seorang bapak kepada anaknya, sehangat sepiring nasi hangat yang selalu tersedia di meja makan. Hal ini lah yang membuat aku tergugah ketika membaca sebuah esai yang ditulis oleh Jhumpa Lahiri. Aku ingat betul kali pertama aku jatuh cinta pada tulisan Jhumpa Lahiri. Saat itu aku sedang bertanya-tanya tentang jalan hidup yang aku pilih. Mengapa aku masuk ke ilmu pangan dan mengapa pula aku bertahan di tempat ini. Saat itu dengan segala kegundah gulanaan yang aku alami, sebuah link melintas di lini masa twitter dan saat itulah aku membaca tulisan beliau untuk pertama kali Beras oleh Jh…

Hidup Zen dan Hal yang Bisa Dipelajari Selama Pandemi

Gambar
Bagaimana Pandemi Mengobrak-abrik Mental kita?Bisa dibilang pandemi ini membuat kita memahami banyak hal. Termasuk tentang bagaimana kita melihat diri kita sendiri dan dunia. Beberapa orang mempunyai cara untuk menghadapi pandemi ini dengan berlomba-lomba untuk menjadi produktif dengan mengambil keahlian dan hobi tertentu. Atau bahkan berusaha untuk tidak terlihat 'kenapa-kenapa', padahal mereka tahu betul bahwa pandemi ini memiliki efek yang berat bagi diri mereka sendiri. Beberapa orang yang lain lagi berusaha untuk 'keep up' dengan kenyataan yang ada melewati hari dengan berdiam diri atau berusaha menyenangkan diri sendiri dengan hal-hal yang mereka anggap receh. Dan segelintir orang lainnya, terpuruk di pojok kamar, mengais hati yang telah hancur berkeping-keping. Namun satu hal yang pasti:"Kamu gak sendirian."