Beras dan Kemanusiaan ala Jhumpa dan Gie

Gambar
Beberapa orang mungkin hanya menganggap beras sebatas pangan yang harus dimakan demi menjaga perut tetap penuh. Mungkin juga beras hanyalah karbohidrat yang jahat bagi mereka yang diet mati-matian. Namun bagi Jhumpa Lahiri, beras memiliki arti lebih dari itu. Beras baginya telah menjelma sebagai simbol jati diri dari seorang imigran yang merasa tidak memiliki tempat. Beras juga menjadi bentuk kasih sayang seorang bapak kepada anaknya, sehangat sepiring nasi hangat yang selalu tersedia di meja makan. Hal ini lah yang membuat aku tergugah ketika membaca sebuah esai yang ditulis oleh Jhumpa Lahiri. Aku ingat betul kali pertama aku jatuh cinta pada tulisan Jhumpa Lahiri. Saat itu aku sedang bertanya-tanya tentang jalan hidup yang aku pilih. Mengapa aku masuk ke ilmu pangan dan mengapa pula aku bertahan di tempat ini. Saat itu dengan segala kegundah gulanaan yang aku alami, sebuah link melintas di lini masa twitter dan saat itulah aku membaca tulisan beliau untuk pertama kali Beras oleh Jh…

Memahami Kembali Cara Mengulas Jurnal yang Baik dan Cepat

cara menulis review :
 
Salah satu tugas yang paling sering dikasih dosen saat masa kuliah adalah “Review Jurnal” atau Review artikel ilmiah, buku dan lain sebagainya. Tugas yang jujur aja kadang bikin kesel ini, sebenarnya susah-susah gampang. Bayangin aja, minimum satu jurnal itu bisa terdiri dari 5 halaman. Terus kalo lagi nasibnya beruntung banget /uhuk/, satu jurnal bisa terdiri dari 27 halaman. Jurnal-jurnal tersebut harus direview dan dirangkum untuk bisa kurang dari 3 halaman. Man, turut berduka cita atas hilangnya waktu tidur yang sehat lol. Belum lagi, kadang mahasiswa gak tahu bagaimana cara mereview jurnal yang baik karena kita gapernah dikasih tahu caranya. Nah, untuk itu, aku coba untuk mengulas cara mereview jurnal yang baik dan cepat. Semoga membantu!

Review Jurnal

Kalau ada yang bingung tentang review jurnal, kayaknya kita harus mulai mendefinisikan kembali review jurnal yang ingin kita buat. Dan kali ini aku bakalan merujuk pada salah satu jurnal ilmiah yang membahas cara mereview jurnal dari Ömer Gülpınar dan  Adil Güçal Güçlü yang dipublikasikan pada Turkish Journal of Urology (How to write a review article, 2013).

Menurut mereka, review jurnal adalah bentuk tulisan yang mudah dibaca dan menyediakan informasi atas sebuah permasalahan (sintesa) dengan runut secara singkat. Biasanya, review jurnal ini dilakukan sebagai langkah awal sebelum melakukan penelitian. Nah, untuk tipenya sendiri, review jurnal terdiri dari dua tipe yaitu:

  • 1. Review Naratif

Review Naratif ini adalah bentuk ulasan yang mudah dan fun. Contohnya ya, tulisan ini. Walaupun begitu, bentuk ulasan haruslah tetap runut ya!

  •  2.Review Sistematis

Sedangkan untuk review sistematis, ulasan yang dibuat haruslah sangat detail dan komprehesif tergantung dengan topik yang diinginkan. Nah, tipe review ini dibagi lagi menjadi qualitative dan quantitative lho!

Key Element dari Review Jurnal


Secara garis besar, review jurnal harus mempunyai 3 bagian penting di dalamnya yaitu: Pertanyaan besar, Informasi yang diberikan (issues, cara menyelesaikan masalah, dll), dan bagaimana informasi tersebut berkorelasi dengan jurnal atau artikel lain yang telah tersedia.  Nah kalo mau lebih fancy lagi, ada cara yang lebih detail yaitu dengan PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses). Prima sendiri memiliki 27 poin untuk dijadikan guidelines dalam menulis review. Namun jika tidak diperlukan terlalu banyak detail dalam review kamu, maka kamu gak usah susah-susah memakai guidelines ini. Lakukan hanya yang diperlukan hahahaha. Jangan menyusahkan diri sendiri :””

Cara Mereview Jurnal


Untuk cara mereview jurnal sendiri, ada beberapa hal yang kamu harus lakukan. Dimulai dari:
1.       Siapkan pertanyaan yang ingin kamu bahas!

Awali review kamu dengan pertanyaan. Pertanyaan apa yang ingin kamu jawab. Contohnya: “Gimana sih cara menulis review yang baik?” atau “bagaimana N-Corona bisa menyebar?” atau bahkan “Bagaimana novel Pulang karya Leila S. Chudori merepresentasikan masalah HAM di tahun 1960?”

2.       Cari bahan yang mendukung dan menjawab pertanyaan kamu!

Nah, ini penting banget biar review kamu “legit” kamu harus memberi fakta-fakta pendukung serta bukti agar review kamu itu baik. 

3.       Analisis bagaimana jurnal-jurnal tersebut menjawab masalah kamu.

4.       Buat conclusion yang merangkum semuanya.



Menulis review itu agak rumit tapi bukan berarti kamu ga bisa menuliskannya dengan baik lho!

Iya, memang kadang menulis review itu agak menyebalkan. Tapi percaya deh, kamu hanya perlu menuliskannya dengan menjawab pertanyaan dengan cara yang esensial. Kalau kamu punya tips bikin review yang menarik, coba kasih tahu aku di kolom komentar bawah ini ya! Sampai bertemu di review jurnal lain selanjutnya.

Komentar

  1. Hmm, berasa jd mahasiswa lagi baca ttg review jurnal ini. Perlu dicatat nih, kalau2 diperlukan saat S2 nanti.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hidup Zen dan Hal yang Bisa Dipelajari Selama Pandemi

Lost and Forgettable

Ketika Orang Lain Kecewa Padamu