Ketika Orang Lain Kecewa Padamu

Gambar
Pada setiap persimpangan jalan hidup, pasti kita bersinggungan dengan orang lain. Pun begitu pula dengan apa yang kita lakukan, juga pasti akan berpengaruh pada kehidupan orang lain. Aku jadi ingat sebuah buku berjudul The Five People You Meet in Heaven karya Mitch Albom yang aku baca lima tahun yang lalu. Buku tersebut memberikan cuplikan tentang bagaimana apa yang kita lakukan bisa memiliki efek yang besar pada hidup seseorang. Pendeknya seperti domino effect. Makin ke sini, makin aku berpikir bahwa apa yang diceritakan oleh Mitch Albom memang sangat masuk akal. Seperti domino-domino itu, hidup kita terlihat kekar namun juga ringkih terhadap satu jentikan jari.
Lalu bagaimana ketika orang lain berkata padamu bahwa ia kecewa pada dirimu?
Hal-hal yang harus kamu lakukan ketika orang lain kecewa padamu
Pertama, tarik napas dalam-dalam.Mengatur napas dengan baik bisa membuat pikiran kita lebih jernih. Apalagi ketika kata-kata itu menusuk dirimu secara tiba-tiba. Kamu pasti merasa duniamu s…

Memahami Kembali Cara Mengulas Jurnal yang Baik dan Cepat

cara menulis review :
 
Salah satu tugas yang paling sering dikasih dosen saat masa kuliah adalah “Review Jurnal” atau Review artikel ilmiah, buku dan lain sebagainya. Tugas yang jujur aja kadang bikin kesel ini, sebenarnya susah-susah gampang. Bayangin aja, minimum satu jurnal itu bisa terdiri dari 5 halaman. Terus kalo lagi nasibnya beruntung banget /uhuk/, satu jurnal bisa terdiri dari 27 halaman. Jurnal-jurnal tersebut harus direview dan dirangkum untuk bisa kurang dari 3 halaman. Man, turut berduka cita atas hilangnya waktu tidur yang sehat lol. Belum lagi, kadang mahasiswa gak tahu bagaimana cara mereview jurnal yang baik karena kita gapernah dikasih tahu caranya. Nah, untuk itu, aku coba untuk mengulas cara mereview jurnal yang baik dan cepat. Semoga membantu!

Review Jurnal

Kalau ada yang bingung tentang review jurnal, kayaknya kita harus mulai mendefinisikan kembali review jurnal yang ingin kita buat. Dan kali ini aku bakalan merujuk pada salah satu jurnal ilmiah yang membahas cara mereview jurnal dari Ömer Gülpınar dan  Adil Güçal Güçlü yang dipublikasikan pada Turkish Journal of Urology (How to write a review article, 2013).

Menurut mereka, review jurnal adalah bentuk tulisan yang mudah dibaca dan menyediakan informasi atas sebuah permasalahan (sintesa) dengan runut secara singkat. Biasanya, review jurnal ini dilakukan sebagai langkah awal sebelum melakukan penelitian. Nah, untuk tipenya sendiri, review jurnal terdiri dari dua tipe yaitu:

  • 1. Review Naratif

Review Naratif ini adalah bentuk ulasan yang mudah dan fun. Contohnya ya, tulisan ini. Walaupun begitu, bentuk ulasan haruslah tetap runut ya!

  •  2.Review Sistematis

Sedangkan untuk review sistematis, ulasan yang dibuat haruslah sangat detail dan komprehesif tergantung dengan topik yang diinginkan. Nah, tipe review ini dibagi lagi menjadi qualitative dan quantitative lho!

Key Element dari Review Jurnal


Secara garis besar, review jurnal harus mempunyai 3 bagian penting di dalamnya yaitu: Pertanyaan besar, Informasi yang diberikan (issues, cara menyelesaikan masalah, dll), dan bagaimana informasi tersebut berkorelasi dengan jurnal atau artikel lain yang telah tersedia.  Nah kalo mau lebih fancy lagi, ada cara yang lebih detail yaitu dengan PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses). Prima sendiri memiliki 27 poin untuk dijadikan guidelines dalam menulis review. Namun jika tidak diperlukan terlalu banyak detail dalam review kamu, maka kamu gak usah susah-susah memakai guidelines ini. Lakukan hanya yang diperlukan hahahaha. Jangan menyusahkan diri sendiri :””

Cara Mereview Jurnal


Untuk cara mereview jurnal sendiri, ada beberapa hal yang kamu harus lakukan. Dimulai dari:
1.       Siapkan pertanyaan yang ingin kamu bahas!

Awali review kamu dengan pertanyaan. Pertanyaan apa yang ingin kamu jawab. Contohnya: “Gimana sih cara menulis review yang baik?” atau “bagaimana N-Corona bisa menyebar?” atau bahkan “Bagaimana novel Pulang karya Leila S. Chudori merepresentasikan masalah HAM di tahun 1960?”

2.       Cari bahan yang mendukung dan menjawab pertanyaan kamu!

Nah, ini penting banget biar review kamu “legit” kamu harus memberi fakta-fakta pendukung serta bukti agar review kamu itu baik. 

3.       Analisis bagaimana jurnal-jurnal tersebut menjawab masalah kamu.

4.       Buat conclusion yang merangkum semuanya.



Menulis review itu agak rumit tapi bukan berarti kamu ga bisa menuliskannya dengan baik lho!

Iya, memang kadang menulis review itu agak menyebalkan. Tapi percaya deh, kamu hanya perlu menuliskannya dengan menjawab pertanyaan dengan cara yang esensial. Kalau kamu punya tips bikin review yang menarik, coba kasih tahu aku di kolom komentar bawah ini ya! Sampai bertemu di review jurnal lain selanjutnya.

Komentar

  1. Hmm, berasa jd mahasiswa lagi baca ttg review jurnal ini. Perlu dicatat nih, kalau2 diperlukan saat S2 nanti.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hidup Zen dan Hal yang Bisa Dipelajari Selama Pandemi

Ketika Orang Lain Kecewa Padamu

LiterArt - Berseni Dengan Literasi Bersama Gramedia Matraman