Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

Bagaimana 2020 Mengajarkan Saya Lebih Menghargai Diri Saya Sendiri

Menurut saya, tidak ada hal yang benar-benar buruk pun begitu juga tidak ada yang benar-benar baik. Semuanya mempunyai lebih dari dua sisi untuk kita pahami. Sama seperti tahun 2020 yang dinobatkan menjadi tahun terburuk untuk manusia post-modern .  Saya pribadi menganggap 2020 adalah tahun yang tidak sangat buruk dan tidak juga sangat baik. Namun 2020, mengajarkan saya banyak hal. Terutama dalam hal menerima dan menjadi lebih dewasa. Dewasa di sini lebih seperti memikirkan semuanya matang-matang dan memprioritaskan diri sendiri. Memilih mana yang benar-benar penting dan mana yang lebih baik dipikirkan nanti. Terdengar membosankan memang. Namun menurut saya, itu adalah hal esensial yang semua orang harus tahu.  Ketika menulis tulisan ini, saya jadi berpikir lebih jauh tentang apa yang telah saya lalui selama ini. Tentu saja, banyak mimpi-mimpi yang terbengkalai. Banyak juga harapan-harapan yang berubah menjadi asap dan kemudian hilang. Saya sama sekali tidak menyangka telah melewati ha

Belajar Bodo Amat Dengan Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat

Gambar
Ada banyak buku self improvement di dunia ini, tapi kayaknya buku yang ngajarin kita untuk bodo amat tuh jarang. Makanya inilah alasan kenapa Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat sangat digandrungi pembaca dari berbagai elemen. Khususnya bagi mereka yang gak suka dinasehati sebagaimana buku pengembangan diri yang kuno. Buku dari Mark Manson ini bagaikan surga bagi sebagian orang yang mencari penjelasan kenapa akhir-akhir kita sering menggunakan sikap bodo Amat untuk kehidupan kedepannya. Salah satu diskusi menarik yang saya ikuti beberapa pekan lalu adalah bedah buku sebuah seni untuk bersikap Bodo Amat. Bedah buku ini dengan narasumber Pak Indra Gunawan Masman, MBA yang berkecimpung di bidang buku dan dunia pengembangan diri. Salah satu notable note yang Siberian oleh Pak Indra adalah persepsi tentang kata "Bodo Amat" yang terdengar apatis sangatlah salah. Bodo Amat, di buku ini sarat akan kembali menentukan prioritas dan bersemangat dalam hidup. Walaupun pada akhirn

LiterArt - Berseni Dengan Literasi Bersama Gramedia Matraman

Gambar
Ada yang bilang kalau menulis atau membaca buku itu merupakan pekerjaan yang sangat kaku. Makanya, dengan seenak jidatnya, mereka mengecap orang-orang yang menyukai menulis atau buku adalah kutu buku. Dan gak jarang dari mereka terkurung dengan stigma yang terkucilkan dari hubungan sosialisasi masyarakat. Termasuk juga saya. Karena stigma itu, saya selalu dibilang orang yang serius dan tidak mengenal apa itu keindahan seni. huff, sial. Nyatanya, tulisan, prosa, puisi, esai, dan bahkan kritik merupakan salah satu bentuk seni. Jadi ya, salah besar kalo dibilang saya, atau kami, merupakan orang yang tidak berseni. Potret inilah yang diambil dari festival LiterArt dari Gramedia Matraman. Toko buku yang telah berdiri, gak duduk ya , jauh sebelum saya lahir. LiterArt lahir dari keinginan Gramedia Matraman untuk menunjukan bahwa buku juga merupakan media seni. Dan pada acara ini, Gramedia Matraman menggabungkan festival literasi dengan bentuk seni lainnya seperti menari, lalu adanya bincang b

Perihal Menjadi Cahaya Ala Grasindo & Leson.id

Gambar
Ada banyak cara untuk menjadi cahaya. Salah satu adalah dengan menubrukkan kegelapan dengan cahaya itu sendiri. Dan itulah yang dilakukan oleh Grasindo. Grasindo berusaha sebisa mungkin untuk menjadi cahaya disaat dunia sedang kebingungan dengan kegelapannya sendiri. Kali ini cara grasindo untuk menjadi cahaya adalah dengan terus melakukan inovasi. "Passionately Innovating," katanya. Di tahunnya yang ke 29 tahun, Grasindo memilih untuk fokus mengabdi pada edukasi dan pendidikan. Saya tentu saja terkesima dengan inovasi terbaru dari Grasindo ini. Ya, di era digital ini semua orang telah berlomba-lomba membuat akses edukasi menjadi sangat teramat muda. Dan di sinilah Grasindo berusaha menjadi pionir dalam mendigitalisasi buku pelajaran dari bidang penerbitan. Sekarang-kan jamannya sudah Creative destructive . Ya, gak salah sih sebagai penerbit  Grasindo mencoba melebarkan sayapnya menggaet start-up edu-tech untuk merumuskan LKS jadi site ini. Layanan berbasis website ini seben