Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Peti Mati Untuk Empati Dari Pandemi

Gambar
Satu hal yang pertama kali tumbang ketika pandemi COVID-19 melanda Indonesia adalah empati.  Semua ini bermula ketika adanya prediksi dari para ahli bahwa Indonesia tidak akan luput dari momok virus Corona. Namun para petinggi, memilih untuk menutup mata dan menganggap bahwa masyarakat Indonesia begitu sakti sehingga tak ada virus, satu pun yang berani menginfeksinya. Bahkan, beberapa daerah mengajak turis untuk datang ke daerah tersebut tanpa pengetahuan dan penanganan infeksi menular yang cukup. Saat itu, egoisitas pemuka tinggi negeri ini dan masyarakat mengalahkan apa yang kita sebut logika dan hati nurani.Kemudian ketika pasien 0 terdeteksi, orang-orang kehilangan akal dan berbondong-bondong berusaha menyelamatkan dirinya sendiri. Egoisitas kembali muncul dan menjelma menjadi satu landasan kokoh untuk menjustifikasi pilihannya untuk menyelamatkan diri. Sebenarnya, tak ada yang salah dari menyelamatkan diri sendiri. Hal yang salah adalah ketika aksi menyelamatan diri itu merugikan…

DIY: Budget Bibimbap for a Sad Day

Gambar
Apakah lo pernah mengalami keadaan saat lo baru menyadari semua ini merupakan salah lo, dan lo-lah sumber masalahnya? Atau lo merasa kecewa dan sakit hati atas sesuatu? Tenang, gue bersama lo kok. Gue baru aja mengalami hal itu. Perasaan tidak enak yang membuat lo jahat kepada diri lo sendiri. Perasaan yang membuat lo benci atau bahkan merasa bahwa lo pantas diperlakukan lebih buruk daripada itu. 
Kenyataannya adalah gak ada yang salah dengan perasaan yang lo rasakan. Akan tetapi, kita gak boleh berlarut-larut terpuruk dalam keadaan yang sama. Lantas apakah lo harus langsung bangkit? Enggak, take your time. Jangan dengerin apa kata orang tentang apa yang lo alami. Pelan-pelan. Gue tahu betul, perasaan seperti itu sangat sakit. Lo tahu diri lo, lebih dari orang-orang disekitar lo tahu tentang lo. Kalau memang lo pikir, lo gak bisa kontrol. Gue mohon dengan sangat, carilah pertolongan. Carilah pertolongan professional. Jangan pernah meremehkan hal-hal seperti ini. You deserve to be hap…

Tempat Kembali

Sebagai seorang manusia dalam masa pencariannya, bukannya tidak mungkin gue tersesat. Bahkan bisa dibilang, gue sering sekali tersesat. Dalam ketersesatan itu gue menghadapi banyak pilihan. Tapi satu yang selalu gue pilih, yaitu berhenti sejenak. Ya, berhenti sejenak untuk menikmati ketersesatan gue. Sudah sejauh mana gue melangkah dan di mana gue mulai tersesat. Di dalam proses itu gue pun masih tetap mencari. Mencari tempat untuk kembali. Tidak jarang gue panik dan bahkan merasa hidup yang penuh tersesatan ini sangatlah sesat dan nirfaedah, sampai akhirnya gue bertanya pada diri gue sendiri tentang mengapa gue harus menjalani hidup ini. Tapi  lagi-lagi, pertanyaan itu merupakan sebuah pertanyaan retorikal yang bahkan sudah ada jawabannya di kepala gue.

Di lain sisi, gue juga menyadari bahwa proses ketersesatan itu adalah sebuah tempat perhentian sementara gue untuk mengingat sudah seberapa jauh gue melangkah. Sampai akhirnya, Sang Pengingat mengingatkan kembali bahwa ada sebuah temp…

An Odd Superstition

Ever since five years ago, I believe that new year, new me is bullshit. I know, lots of people still believe that new year is a new page and new beginning for them. However, it is not a case for me. I would say that new year is just a parameter to count how many times you've been sucking and how many times you've been surviving. In other words, a new year is just accumulation of upcoming regular day.  I don't blame people who partying on new year eve, but I just don't understand why they celebrating for something that still uncertain. Or maybe, they celebrating new year eve because they want to become alive before they finally realized that life gives them a lemon. 
In fact, I must say that I kinda believe in some odd superstition about a new year. I don't remember since when I believe in that kind of things. But one thing that I am sure, I don't match with odd years.  Confused? Here is the example :  I'm not lucky if turn into an odd age. For example, Whe…