Bagaimana 2020 Mengajarkan Saya Lebih Menghargai Diri Saya Sendiri

Menurut saya, tidak ada hal yang benar-benar buruk pun begitu juga tidak ada yang benar-benar baik. Semuanya mempunyai lebih dari dua sisi untuk kita pahami. Sama seperti tahun 2020 yang dinobatkan menjadi tahun terburuk untuk manusia post-modern .  Saya pribadi menganggap 2020 adalah tahun yang tidak sangat buruk dan tidak juga sangat baik. Namun 2020, mengajarkan saya banyak hal. Terutama dalam hal menerima dan menjadi lebih dewasa. Dewasa di sini lebih seperti memikirkan semuanya matang-matang dan memprioritaskan diri sendiri. Memilih mana yang benar-benar penting dan mana yang lebih baik dipikirkan nanti. Terdengar membosankan memang. Namun menurut saya, itu adalah hal esensial yang semua orang harus tahu.  Ketika menulis tulisan ini, saya jadi berpikir lebih jauh tentang apa yang telah saya lalui selama ini. Tentu saja, banyak mimpi-mimpi yang terbengkalai. Banyak juga harapan-harapan yang berubah menjadi asap dan kemudian hilang. Saya sama sekali tidak menyangka telah melewati ha

#Diet101 : Memulai itu Tidak Terlalu Sulit


Bagi sebagian orang, memulai sesuatu hal adalah perkara yang sulit. Bahkan menjadi momok bagi mereka. Tapi hal ini kayaknya berbeda bagi gue. Gue tipe orang yang gampang untuk memulai, tapi untuk tetap melakukan dan menyelesaikan itu perihal lain. Seperti halnya 21 days challenge ini, dihari pertama gak ada hal yang berat sama sekali. Gue santai, bahkan kayak biasanya. Then, here is my schedule. 

Setiap hari gue bangun pagi. Well, that's obvious isn't it? Tapi biasanya setelah salat subuh, gue tidur lagi. Nah pada hari pertama ini, gue gak tidur lagi guys. Gue minum kurang lebih 300 ml dan melakukan kegiatan gue sebagai manusia. Setelah itu gue menimbang berat badan gue. Well, what i learnt from human nutrition course di kampus, your truly berat badan adalah ketika pagi setelah bangun tidur dan melakukan kegiatan di kamar mandi. 

I was so surprised when I saw my weight. 

Iya, gue 70.2 kg. Gila. 

Dengan perasaan mengganjal, gue mulai menyiapkan makanan untuk lunch. Saat itu gue gak kepikiran mau sarapan. Jadi gue cuma minum air banyak. Setelah itu gue merebus sayuran serta menggoreng telur dadar. Well, telur adalah the cheapest animal protein that I can get tho. Nah, karena gue mau mengurangi makan nasi, jadi gue ganti karbohidratnya dengan rebusan kentang. Untuk sayuran, gue memilih sawi putih atau napa cabbage, wortel dan ketimun. Semuanya direbus kecuali ketimun. 

Well, untuk pergi ke tempat magang gue masih naik angkot. Morning is always hectic for me. Tapi untuk sampai di kantor yang terletak di lantai 3, gue memilih untuk menggunakan tangga dibanding lift. Capek? Iya, tapi jalanin aja dulu.

Minum pun gue menghabiskan 700 ml air sampai lunch. Nah pas lunch ini yang menarik. Gue dan teman-teman awalnya memilih untuk makan di tempat yang berbeda dari biasanya, tapi karena penuh kami memutuskan untuk balik ke tempat pertama yang berjarak 200 meter. Jadi bulak-balik jalan 400 meter lah. 

Tadinya gue cuma mau makan lunch box gue. Eh tapi, gak enak kan numpang tapi gak makan. Jadilah gue pesen bakso. As you may know, gue tipe orang yang sensitif sekali dengan micin. Pas gue selesai makan bakso dan mie yang diberikan oleh Samirah serta lunch box gue, reaksi alergi terhadap micin pun terjadi. Gue pusing, jalan melayang. Terus karena gue punya yogurt, gue coba minum kan. Eh tapi malah makin pusing. Alhasil gue membeli cola untuk menetralisir. Ajaibnya, lima menit kemudian gue udah biasa lagi. 

Kegagalan makan bersih ini gak membuat gue lantas patah semangat. Gue minum lebih banyak air putih. Pas pulang pun gue memutuskan untuk jalan kaki ke rumah. It tooks 16 minutes for me to walk. Keringetan? Iya. Capek? Enggak. Soalnya sepanjang jalan gue bahagia sambil nyanyi-nyanyi. Namun sayangnya, selama gue jalan kaki, gue hampir ketabrak 2 kali karena trotoarnya diambil buat parkir dan lain sebagainya. Jakarta tidak ramah bagi pejalan kaki. 

Yaudah sampe rumah gue langsung ganti baju untuk olahraga. Gue pun melakukan static cycling selama 30 menit. Sekali lagi, capek gak? Iya. Keringetan? Apa lagi! Bosen? Enggak dong! Loh kok gak bosen? Ya karena gue melakukannya sambil menonton k-show favorit gue kayak running man, 2 days 1 night, dan New Journey to The west. 

Olahraga makin gak berasa sih karena gue melakukannya secara fun. Setelah gitu gue melakukan basic olahraga kayak sit up 30 kali, lunges 20 set, elbow plank 2 menit, abs exercise dan booty exercise sampai akhirnya gue berhasil olahraga selama satu jam. 

Pada saat itu gue sudah minum lebih dari 1.4 liter air. Lalu post workoutnya gue makan buah pear, apel, dan pepaya. Ini gue gak tau berapa banyak, karena nyokap potonginnya banyak gitu buar rame-rame.  But I was satisfied with what I ate that day. 

Sebelum tidur gue menghabisi 700 ml air lagi jadi gue minum 2.1 liter air lah hari itu. Well done.  Hari kedua gue berat lagi dengan kondisi yang sama, ternyata berat gue jadi 69.4 kg. Waaaaaah wkwkw. Bahagia :") 

Ready to take a ride with me for tomorrow?

Note

First weight : 70.2 kg
The end of 1st day : 69.4 kg
Lose : 0.8 kg

Food note :
Vegetables : Sawi putih, kentang, ketimun, dan wortel
Fruit : Pepaya, apple, and pear
Animal based products : Bakso dan telur dadar

Drink :
Water : 2.1 Ltr      |    Others : Cola 350 ml

Workout (sore) :
Walking 16 mins    |     Static cycling : 30 mins    | Other basic workout : 14 mins.

Disclaimer :
Diet ini gue adjusted sama kebutuhan gue sendiri dan bagaimana metabolisme gue bekerja. Gue sendiri tipe orang yang punya slow metabolisme, jadi it needs lots of time to digest everything. Yha kalo yang ini kayaknya mitochondria gue dikit juga :"). Secara gak langsung, gue juga melakukan jendela diet karena gue makannya mulai jam 12 siang.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hidup Zen dan Hal yang Bisa Dipelajari Selama Pandemi

Beras dan Kemanusiaan ala Jhumpa dan Gie

Bagaimana 2020 Mengajarkan Saya Lebih Menghargai Diri Saya Sendiri