Ketika Orang Lain Kecewa Padamu

Gambar
Pada setiap persimpangan jalan hidup, pasti kita bersinggungan dengan orang lain. Pun begitu pula dengan apa yang kita lakukan, juga pasti akan berpengaruh pada kehidupan orang lain. Aku jadi ingat sebuah buku berjudul The Five People You Meet in Heaven karya Mitch Albom yang aku baca lima tahun yang lalu. Buku tersebut memberikan cuplikan tentang bagaimana apa yang kita lakukan bisa memiliki efek yang besar pada hidup seseorang. Pendeknya seperti domino effect. Makin ke sini, makin aku berpikir bahwa apa yang diceritakan oleh Mitch Albom memang sangat masuk akal. Seperti domino-domino itu, hidup kita terlihat kekar namun juga ringkih terhadap satu jentikan jari.
Lalu bagaimana ketika orang lain berkata padamu bahwa ia kecewa pada dirimu?
Hal-hal yang harus kamu lakukan ketika orang lain kecewa padamu
Pertama, tarik napas dalam-dalam.Mengatur napas dengan baik bisa membuat pikiran kita lebih jernih. Apalagi ketika kata-kata itu menusuk dirimu secara tiba-tiba. Kamu pasti merasa duniamu s…

Kembali dan Berawal


Bisa dibilang gue adalah seseorang yang cenderung susah mengekspresikan apa yang gue rasakan hanya dengan berbicara. Bahkan banyak hal-hal yang sering jadi salah paham ketika gue berbicara. Tapi sejak gue mengenal dunia tulis menulis, gue merasa bahwa gue mempunyai cara tersendiri untuk berkomunikasi yaitu dengan menulis. Semenjak saat itu, menulis sudah menjadi bagian dari hidup gue. Menulis adalah salah satu wadah bagi gue untuk mengekspresikan diri gue. Menulis adalah salah satu cara terjujur untuk melihat diri gue sendiri.

Namun gue terlalu naif dalam menulis. Gue selalu meminta lebih dan tidak pernah menghargai apapun yang gue tulis. Hal itu membuat gue merasa bahwa tulisan gue itu jelek, lemah dan lain sebagainya. Gue pun mulai untuk menirukan gaya tulisan orang lain sampai akhirnya gue melupakan hal yang paling dasar dari niat awal kenapa gue menulis. Awalnya gue berusaha se-denial mungkin tentang hal itu. Tapi makin gue membaca post lama gue, makin gue menyadari betapa memaksakan diri gue disetiap tulisan-tulisan yang gue tulis.

Itulah alasan kenapa blog gue sekarang kosong dan tulisan ini menjadi tulisan pertama dalam blog. Gue menginginkan tulisan di blog gue menjadi jujur dan diri gue sendiri. 

Nevertheless, gue ingin berterimakasih kepada teman-teman semua yang selalu support Miftah untuk terus menulis dengan cara apapun, termasuk selalu membaca tulisan-tulisan Miftah. Terimakasih sekali lagi!

I wish you have a blast and wonderful life!

Thank you!

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hidup Zen dan Hal yang Bisa Dipelajari Selama Pandemi

Lost and Forgettable

An Odd Superstition